expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

WELCOME

Terima Kasih Telah mengunjungi Blog Saya...
Semoga Bermanfaat... :-)

Add My Face book : Riesa Tirta Maladewi
Follow My Twitter : @RiesaTirta



Jumat, 16 Maret 2012

Cerita Islami : Wanita Jepang yang Mendapatkan Hakikat dalam Islam

     Meta Liza Kazu adalah seorang wanita Jepang yang tumbuh dalam suatu lingkungan yang diwarnai oleh tradisi kehidupan Amerika, dan tidak lagi mengenal tradisi keluarga Jepang seperti yang dialami ayah dan ibunya. Namun orang tuanya juga sudah larut dalam model kehidupan modern. Sebenarnya dia tidak menghendaki hal itu. Tapi dia tidak mampu berbuat apa-apa untuk lari dari lingkungan sekitarnya.

    Ditengah iklim kehidupan yang rusak yang mewarnai sebagian besar keluarga Jepang setelah masa perang, Kazu hidup dalam keresahan dan tidak mendapatkan tempat untuk berlari dari kenyataan, dan dia juga tidak mendapatkan tradisi yang selalu diwarisi oleh nenek moyangnya.

     Dalam suasana resah seperti itulah dia bertemu dengan seorang Muslim di Tokyo, yang dilihatnya hidup dalam kedamaian, sederhana, melaksanakan kewajiban agamanya dengan tenang dan penuh kebahagiaan. Kazu mendekati keluarg laki-laki Muslim itu, sesudah itu ia sering bertandang kesana dan juga mempelajari Islam. Dia menjelaskan tentang kondisinya dan dan mayoritas keluarga Jepang yang sudah dikuasai tradisi kehidupan Amerika, sehingga seringkali membuatnya menangis. Laki-laki Muslim itu berkata, "Tidak ada yang dapat melapangkan dadamu selain dari agama ini. Karena Islamlah yang dapat membebaskan jiwa dari keburukan internal maupun eksternal. Tidak ada jalan lain bagimu selain dari mendekatkan pikiran dan hatimu kepada Islam. Selanjutnya engkau dapat mengetahui, membaca dan mempelajarinya, lalu engkau akan melihat perbedaan perasaanmu terhadap hidup dan kehidupan. Keresahan dan kekhawatiran yang engkau alami selama ini pun akan sirna."

     Sesudah itu Kazu rajin mempelajari, mengenali Islam dan ajaran-ajarannya lewat orang Jepang yang Muslim itu, hingga dia bisa mengenal lebih jauh akhlak Muhammad, mempelajari kehidupan beliau secara sadar. Dia juga mengetahui bagaimana kesabaran beliau menghadapi berbagai gangguan dan rintangan, akrena memang itulah cobaan yang harus beliau tanggung dalam menghadapi musuh, agar beliau menjadi sosok basyir wan nadzir bagi dunia.

     Kazu juga membaca kandungan Al-Qur'an, hingga mengetahui bahwa Rasulullah datang sebagai saksi, mubasysyir, nadzir, rahmat bagi seluruh dunia dan menuntun kepada kebenaran. Al-Qur'an dan akhlak Nabi saw benar-benar telah menanamkan ruh baru didalam jiwa Kazu, dia menjadi optimis menghadapi kehidupan ini. Dia juga menyatakan aktivitasnya kepada teman-temannya. keluarganya juga mengetahui bahwa dia menjalin hubungan dengan keluarga Muslim itu, namun dia menyembunyikan apa yang telah diperbuatnya, agar tidak dianggap sebagai anak yang membangkang pola kehidupan keluarganya.

     Pada suatu hari keluarganya mengetahui bahwa sesungguhnya dia sudah mempelajari Islam dan akan masuk Islam. Tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali mengatakan : "Terserah padamu, itu merupakan kebebasanmu untuk menentukan jalan. namun sesudah itu kami tidak menghendaki bila harus dikucilkan karna dirimu."

     Akhirnya Meta Lika Kazu benar-benar menyatakan Islam lewat keluarga Muslim itu, dan dia mendapatkan nama baru : Fathimah Meta. Selanjutnya dia kawin dengan pemuda dari Indonesia dan pindah kesana untuk membangun rumah tangga Muslimah. Selanjutnya tidak ada yang menyibukkannya selain berdakwah kepada Allah, Rasul-Nya dan agam-Nya yang hanif.


Source : "Catatan Kecil Bagi Pelajar Mukminah" karya : Muhammad Al-Khalaf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar