expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Label

WELCOME

Terima Kasih Telah mengunjungi Blog Saya...
Semoga Bermanfaat... :-)

Add My Face book : Riesa Tirta Maladewi
Follow My Twitter : @RiesaTirta



Tampilkan postingan dengan label Article and Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article and Notes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Artikel tentang Kebijakan Diknas Bengkulu


“Sekolah Dilarang Mengadakan Les dengan Biaya Les yang Memberatkan  Wali Murid”
        Aktivitas belajar oleh murid dan mengajar oleh guru sudah selayaknya di lakukan saat jam efektif selama berada di lingkungan sekolah. Guru dikatakan berhasil mengajar apabila siswa mampu mencerna pelajaran dengan baik sewaktu proses belajar-mengajar di sekolah berlangsung.
Namun dunia pendidikan saat ini mulai tercoreng dengan maraknya pungutan uang les di hampir setiap sekolah di Bengkulu dan ironis-nya lagi biaya yang dibebankan untuk wali murid bukan main tingginya. Padahal baru-baru ini Diknas mengeluarkan kebijakannya mengenai larangannya dalam hal tersebut. Sayangnya, masih banyak sekolah yang tidak mengindahkan larangan tersebut dengan dalih les di perlukan siswa untuk menambah bekal pengetahuan siswa yang tidak di dapatkan selama jam sekolah. Diknas membantah alasan tersebut dengan bantahan bahwa guru seharusnya memberikan semua ilmunya semaksimal mungkin selama jam sekolah berlangsung agar les tidak perlu diadakan lagi. Lagipula banyak para siswa yang mengeluhkan kelelahan dan ketidak nyamanannya karena selalu belajar dari siang hingga menjelang maghrib(les). Akibatnya banyak siswa yang tidak bisa fokus belajar selama les berlangsung. Hal ini tidak membuat les lebih bermanfaat bagi siswa melainkan hanya mubazir waktu dan uang saja.
Jadi, guru hendaknya mampu memanfaatkan waktu mengajar yang telah ditetapkan pemerintah untuk memberikan pelajaran sesuai kebutuhan para siswanya dengan waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga para siswa tidak disibukkan dengan kegiatan les yang melelahkan dan tidak juga memberatkan wali murid dengan uang les yang mencekik leher.

Oleh : Riesa Tirta Maladewi 
Fkip Bahasa Inggris UNIB

Rabu, 23 November 2011

mengapa saya mau menjadi guru?


Ini merupakan salah satu tugas dari dosen bahasa indonesia saya, bapak Agus Trianto di Universitas Bengkulu... seharian penuh saya memikirkan alasan mengapa saya mau menjadi seorang guru, dan akhirnya inilah hasil dari buah pikiran saya. semoga dapat dimengerti dan di pahami... :)

Mengapa Saya Mau Menjadi Guru?
Guru bertugas mengajarkan atau menjelaskan apa yang tidak diketahui sehingga menjadi tahu, mentransfer dan membagi ilmu yang dimilikinya sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain. Menjadi seorang guru adalah tugas yang sangat mulia. Bahkan Allah SWT secara tidak langsung menyampaikan keistimewaan seorang guru lewat amalan jariyah yakni ilmu yang bermanfaat. Maka berbanggalah saya apabila mampu menjadi seorang guru yang bisa membagi ilmu yang bermanfaat tersebut untuk orang lain.  Terlepas dari itu semua, seorang guru dapat menjadi contoh atau teladan yang baik untuk muridnya.
Banyak keistimewaan yang diperoleh seorang guru, salah satunya dihormati atau disegani. Sekalipun murid nya telah menjadi seorang presiden sekalipun. Guru akan tetap di hormati sampai kapan pun. Menjadi guru dapat membuat diri kita di kenali oleh banyak orang. Bayangkan bila kita mengajar di suatu sekolah, bertemu dengan murid-murid yang setiap tahunnya berbeda-beda pula. Sudah berapa murid yang diajar setiap tahunnya, begitu banyaknya calon-calon penerus bangsa yang mengenal kita sekalipun nantinya mereka lebih tinggi jabatannya ketimbang seorang guru. Walaupun murid kita telah memiliki banyak gelar daripada kita. Namun profesi guru bukanlah profesi rendahan. Tapi sebaliknya, guru merupakan profesi tertinggi dan terpenting di dunia ini. Tanpa ilmu dari seorang guru, tak dapat dibayangkan bagaimana masa depan seseorang selanjutnya. Sungguh, jika Allah berkehendak. Saya ingin sekali merasakan indah nya menjadi seorang guru. Terlebih lagi jika saya menjadi seorang guru yang disenangi oleh murid-murid saya nantinya.
Guru merupakan pokok dari dunia pendidikan. Sekolah tidak akan berdiri jika tidak ada guru didalam nya. Jelas terlihat bahwa guru adalah kebutuhan primer bagi dunia pendidikan saat ini. Menjadi seorang guru merupakan suatu kebanggaan tersendiri, terutama bagi saya pribadi. “Semakin banyak kita membagi ilmu, maka ilmu kita akan semakin bertambah”, saya rasa untaian kalimat tersebut mampu menggambarkan bahwa tidak ada ruginya menjadi seorang guru.


        Oleh : Riesa Tirta Maladewi
FKIP Bahasa Inggris Universitas Bengkulu